
Disini kami berikan informasi kumpulan dataset hujan observasi berbasis stasiun lokal (Indonesia atau regional Asia Tenggara) yang telah dikembangkan, dikurasi, dikontrol kualitas, dan sudah mulai digunakan dalam penelitian hidrologi dan iklim di Indonesia. Dataset ini sangat penting untuk kalibrasi model, validasi data satelit, dan analisis kejadian ekstrem (baca ini).
Karakter umum dataset berikut ini adalah:
- Berbasis stasiun hujan (point data)
- Melalui quality control & homogenisasi, serta asimilasi data.
- Dapat digunakan sebagai ground truth untuk menggantikan data ground titik yang tidak tersedia atau sulit didapatkan
1. SACA-ID
(Southeast Asia Climate Assessment – Indonesia)
SACA-ID merupakan dataset hujan observasi harian Indonesia yang dikurasi untuk keperluan analisis iklim dan hidrologi ekstrem, termasuk studi variabilitas iklim dan kejadian hujan ekstrem.
Dataset ini banyak digunakan dalam publikasi internasional terkait perubahan iklim dan hidrometeorologi Indonesia.
| Atribut | Informasi |
|---|---|
| Nama Dataset | SACA-ID |
| Pengembang | Tim SACA / Kolaborasi Internasional |
| Jenis Data | Observasi (stasiun hujan) |
| Resolusi Spasial | Titik (station-based) |
| Resolusi Temporal | Harian |
| Periode Data | ±1950–2016 (bervariasi per stasiun) |
| Jumlah Stasiun | >1.000 stasiun |
| Cakupan Wilayah | Indonesia |
| Format | ASCII / CSV |
| Satuan | mm/hari |
| Kelebihan Utama | QC ketat, andal untuk ekstrem |
| Keterbatasan | Tidak real-time |
2. Dataset Hujan Pulau Jawa
(Yanto & Rajagopalan et al.)
Dataset hujan harian Pulau Jawa yang dikembangkan oleh Yanto dan Rajagopalan (2017) (https://www.nature.com/articles/sdata201772) berdasarkan kompilasi dan quality control stasiun hujan dari Balai Kementerian PU (BBWS, BWS) untuk area Jawa. Dataset ini telah digunakan untuk studi monsun, ENSO, ekstrem hujan, dsb.
| Atribut | Informasi |
|---|---|
| Nama Dataset | Java Rainfall Station Dataset |
| Pengembang | Yanto & Rajagopalan et al. |
| Jenis Data | Observasi (stasiun hujan) |
| Resolusi Spasial | Titik |
| Resolusi Temporal | Harian |
| Periode Data | ±1970–2010 |
| Jumlah Stasiun | Ratusan stasiun |
| Cakupan Wilayah | Pulau Jawa |
| Format | ASCII / CSV |
| Satuan | mm/hari |
| Kelebihan Utama | Representatif monsun Jawa |
| Keterbatasan | Terbatas wilayah |
3. Dataset Observasi BMKG
(Historical Stations)
Kumpulan data hujan observasi historis dari jaringan stasiun BMKG yang telah digunakan sebagai basis dalam berbagai penelitian dan produk turunan.
| Atribut | Informasi |
|---|---|
| Nama Dataset | BMKG Rain Gauge Data |
| Pengembang | BMKG |
| Jenis Data | Observasi |
| Resolusi Spasial | Titik |
| Resolusi Temporal | Harian |
| Periode Data | Bervariasi |
| Jumlah Stasiun | Ribuan |
| Cakupan Wilayah | Indonesia |
| Format | CSV / Excel |
| Satuan | mm/hari |
| Kelebihan Utama | Jaringan luas |
| Keterbatasan | QC bervariasi |
Peran Dataset Ini di hidro.web.id
Dataset observasi lokal digunakan sebagai:
- Referensi utama (ground truth)
- Kalibrasi & bias correction data satelit
- Validasi hujan grid
- Analisis ekstrem & tren
Hubungan dengan Data Satelit
Data satelit menyediakan kontinuitas temporal dan spasial, sedangkan data observasi menyediakan akurasi. Kombinasi keduanya adalah pendekatan terbaik.
Dataset hujan observasi lokal Indonesia seperti SACA-ID dan dataset Pulau Jawa merupakan fondasi penting dalam pengembangan analisis hidrologi berbasis data, khususnya untuk validasi dan kalibrasi produk hujan satelit.




